Amrish Puri si Tuan Thakur: Muka Jahat di Film-Film India

Ilustrasi Header Mozaik Amrish Puri. tirto.id/Nauval
 Setelah lulus dari sebuah sekolah di Shimla, Amrish Lal Puri hijrah ke Mumbai pada 1950-an. Usianya waktu itu masih kepala dua. Dua abangnya, Madan Lal Puri dan Chaman Lal Puri, sudah terjun ke dunia film dan sering muncul di di layar lebar. Madan yang jadi tulang punggung keluarga lebih dulu keluar dari rumah dan merantau ke Kalkuta pada awal 1940-an. Chaman menyusul. Keduanya pun mempengaruhi pilihan buah hati Lala Nihal Chand dan Ved Kaur ini.

Ketika muda Amrish merasakan sulitnya hidup sebagai calon aktor. Amrish merasakan rasanya gagal dalam casting film pertama yang diikutinya. Demi bertahan hidup, Amrish sempat bekerja di kantor akuntansi publik. Ia juga pernah bekerja di Employees State Insurance Corporation Ministry of Labour and Employment (ESIC) di Colaba. Saat itu tugasnya adalah menjajakan asuransi dari satu tempat ke tempat lain.

Pada masa itu Amrish aktif di Prithvi Theatre sebagai aktor panggung. Ia pernah bermain dalam lakon yang ditulis Satyadev Dubey. Amrish Puri, menurut catatan Aparna Bhargava Dharwadker dalam Theatres of Independence: Drama, Theory, and Urban Performance in India (2009, hlm. 202), pernah bermain sebagai Dhritarashtra yang buta dalam dua produksi Dubey pada 1962 dan 1964. Pada 1967, Amrish Puri memainkan tokoh utama dalam lakon yang ditulis Satyadev di Teater Nasional Mumbai. Setelahnya ia bermain di serial televisi MGM berjudul Maya Adventures.

“Aku memerankan perwira polisi dalam empat episode berbeda—dengan nuansa berbeda,” kata Amrish Puri dalam autobiografinya yang disusun Jyoti Sabharwal, The Act of Life (2006, hlm. 122). Setelah peran di serial televisi itu, Amrish Puri akhirnya bermain film bersama abangnya, Madan Puri. Seperti kebanyakan aktor, ia memulai karier sebagai pemeran pendukung.

Wajah Amrish Puri muncul dalam film Prem Pujari yang dirilis pada 1970. Ia berperan sebagai Jerry, laki-laki penguntit yang tangan kanannya menggenggam pistol dan tangan kirinya membuka alkitab. Inilah debut Amish sebagai orang jahat. Ia mengaku sedikit orang yang tahu dirinya muncul dalam Prem Pujari yang diproduksi dan disutradarai oleh Dev Anand.

Sebenarnya Amrish tak punya niat untuk tampil dalam dua atau tiga adegan dengan karakter jahat seperti itu. Setelah 1970-an, wajah Amrish Puri makin sering muncul di layar lebar. Bersama Sunil Dutt (ayah dari aktor Sanjay Dutt), ia bermain dalam Reshma Aur Shera, lagi-lagi sebagai sosok jahat. Sepanjang dekade 1970-an, Amrish hadir dalam puluhan film India. Di usia 40-an itulah dia mulai terkenal di dunia film, tentu sebagai orang jahat. Pada 1979, dia meraih penghargaan dari Sangeet Natak Academy Award.

Amish terus berjaya selama 1980-an. Encyclopedia of Bollywood–Film Actors (2014) yang disusun Ranu Saran mencatat Amrish sebagai orang penting dalam film India era 1980-an dengan peran jahatnya. Tapi, ia juga pernah jadi tokoh baik.

Amrish Puri sempat beradu akting dengan Amithab Batchan, Rajesh Khanna, dan bintang-bintang film India lain yang perannya nyaris selalu jadi orang baik. Filmnya yang terkenalnya pada 1980-an adalah Vidhaata. Kemudian perannya yang paling fenomenal muncul di film Mr India (1987), kali ini bersama Anil Kapoor dan Sri Devi.




Dalam film itu, Amish berperan sebagai pensiunan jenderal bernama Mogambo yang jahat dan fasis. Kata-katanya dari film itu yang kelak terus diingat orang india adalah “Mogambo khush hua”. Artinya: Mogambo senang.

Pada 1989, Amrish Puri bermain bersama Dharmendra, Raakhee, Mithun Chakraborty, Sanjay Dutt, Madhuri Dixit, Amrita Singh, dan Om Puri dalam Ilaaka. Ia berperan sebagai si Naagar, tuan tanah penebar teror. Pada era 1990-an, Amrish Puri bermain bersama Shah Rukh Khan dan Salman Khan dalam film tersohor Karan Arjun (1995). Dalam film itu Shah Rukh Khan bermain sebagai Arjun dan Salman Khan sebagai Karan. Amrish Puri kembali memerankan tuan tanah (yang biasa disebut Thakur) bernama Durjan Sing, yang lagi-lagi jahat karena menyengsarakan keluarga Karan dan Arjun.


Bukan hanya di film-film India saja. Amrish Puri pernah terlibat dalam produksi film asing. Bersama Ben Kingsley, Amrish bermain di film Gandhi (1982) garapan sutradara Inggris Richard Attenborough. Di sini Amrish menjadi kawan Gandhi bernama Khan. Amrish pun muncul dalam Indiana Jones and the Temple of Doom (1984) garapan Stevan Spielberg, sebagai Mola Ram, imam besar Thuggee di Istana Pankot yang telah mencuci otak banyak orang agar menjadi budaknya.

Film terakhir Amrish adalah Kachci Sadak yang dirilis beberapa hari setelah dirinya meninggal. Sepanjang hidupnya, ia juga bermain dalam film-film berbahasa Malayalam, Punjab, Telugu, dan Tamil. Jika ditotal, suami dari Urmila Divekar, yang dinikahi Amrish Puri pada 5 Januari 1957, telah bermain dalam 400 film antara 1967 hingga 2005 dan memenangi banyak penghargaan. Laki-laki kelahiran 22 Juni 1932 Nawanshahr, Punjab, ini meninggal di Mumbai pada 12 Januari 2005, tepat hari ini 15 tahun lalu. Ia mengidap myelodysplastic syndrome, semacam kanker darah. Jenazahnya dikremasi pada 13 Januari 2005 di Shivaji Park.

Rekomendasi Film Akhir Pekan, Habibie & Ainun 3

Rekomendasi Film Akhir Pekan, Habibie & Ainun 3
Jakarta, CNN Indonesia — Sebelum berganti tahun, sejumlah film besar mengisi bioskop di Indonesia baik dari Hollywood maupun karya sineas lokal.

Bagi pencinta Star Wars, The Rise of Skywalker masih beredar di banyak bioskop. Sedangkan bagi pencinta film keluarga, saga terakhir Habibie & Ainun masih beredar di bioskop pekan ini.

2019.


Habibie & Ainun 3

“Habibie dan Ainun 3” menyoroti kehidupan Ainun kala remaja. Ainun merupakan siswi cerdas yang menjadi pujaan siswa sekolahnya, termasuk Habibie. Ainun dan Habibie mulai dekat lewat pertemanan.

Pesona Ainun membuatnya tetap menjadi idola ketika menjadi mahasiswi kedokteran. Ainun menarik perhatian Ahmad, mahasiswa tampan yang berasal dari keluarga terpandang.

Habibie dan Ainun 3 ini dibintangi Maudy Ayunda, Jefri Nichol dan Reza Rahadian. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.




Star Wars: The Rise of Skywalker

“Star Wars: The Rise of Skywalker” secara garis besar melanjutkan cerita dalam “Star Wars: The Last Jedi” (2017). Resistance masih berperang dengan First Order, tapi kondisi Resistance kali ini sangat rentan setelah markas mereka hancur.

Kini, First Order dipimpin oleh Kylo Ren (Adam Driver) setelah membunuh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis). Ia sangat berambisi membuat First Order sangat kuat sehingga bernafsu menyerang Resistance.

Sinopsis lengkap Star Wars: The Rise of Skywalker bisa dibaca di sini. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.




Imperfect

“Imperfect” menceritakan kehidupan Rara yang terlahir dengan gen gemuk dan berkulit sawo matang. Hal itu membuatnya mendapat perlakuan tak menyenangkan dari lingkungan sekitar.

Namun, Rara memiliki Dika sebagai kekasih yang mencintainya. Hingga suatu hari, bos Rara mengharuskannya mengubah penampilan demi jabatan baru di kantor.

Karya ini dibintangi oleh Jessica Mila, Reza Rahadian dan Dion Wiyoko. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.




Knives Out

Knives Out” merupakan film misteri pembunuhan terbaru yang dibintangi Daniel Craig dan Chris Evans.

Knives Out bermula ketika penulis novel misteri yang kaya raya, Harlan Thrombey, mengundang seluruh anggota keluarga ke kediamannya untuk merayakan ulang tahun ke-85. Namun, ia ditemukan meninggal dunia keesokan harinya.

Seorang detektif pun datang untuk melakukan investigasi. Ia menganggap seluruh anggota keluarga memiliki alasan untuk membunuh Harlan dengan tujuan yang sama, kekayaan.

Review Knives Out bisa dibaca di sini. Film untuk DEWASA ini bisa disaksikan di jaringan bioskop XXI dan Cinepolis.




Jumanji: The Next Level

Keempat tokoh utama Dwayne ‘The Rock’ Johnson, Karen Gillan, Jack Black dan Kevin Hart kembali ke dunia Jumanji. Mereka adalah Smolder Bravestone (The Rock), Franklin Finbar (Hart), Ruby Roundhouse (Gillan) dan Professor Sheldon Oberon (Black).

Hanya saja Spencer (Alex Wolff), Martha (Morgan Turner), Fridge (Ser’Darius Blain) dan Bethany (Madison Iseman) tidak mendapatkan avatar yang sama seperti di Jumanji: Welcome to the Jungle (2017). Gim konsol Jumanji rusak sehingga mereka tidak bisa memilih avatar.

Martha, Fridge dan Bethany terpaksa memainkan Jumanji karena Spencer tersedot saat memperbaiki konsol gim tersebut. Bukan hanya mereka bertiga, kakek Spencer yang bernama Eddie (Danny DeVito), dan temannya, Milo (Danny Glover), juga ikut berpindah semesta.

Review Jumanji: The Next Level bisa dilihat di sini. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di berbagai jaringan bioskop di Indonesia.

Angin Puting Beliung di Depan Mata, Warga Ini Malah Asyik Menonton

Angin Puting Beliung di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah  jadi tontonan warga. (Twitter/ bpbdjateng)
Hitekno.com – Pada Agustus 2019 lalu, kita dikejutkan dengan sebuah tornado yang malah dijadikan mainan oleh anak-anak SD di Indonesia. Sebuah video ini juga cukup unik mengingat para warga yang justru mengobrol dan asyik menonton meski terdapat angin puting beliung di depan mata.
Akun Twitter resmi BPBD Jawa Tengah (@bpbdjateng) membagikan sebuah video yang menampakkan angin puting beliung yang terdapat di dekat sebuah desa.
Video yang dibagikan berhasil membuat netizen heboh setelah mendapatkan lebih dari 16 ribu View dan ratusan Retweet.
Akun BPBD Jawa Tengah menginformasikan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Dukuh Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang pada hari Jumat (10/01/2020) pukul 12.00 WIB. Dalam video, terlihat beberapa warga mengobrol dengan menggunakan bahasa Jawa membicarakan angin puting beliung di depannya.
Disawang tengah e (Dilihat tengahnya itu),” kata salah satu warga.
Wes pedhot kok ora tekan ngisor (sudah putus kok, tidak sampai bawah),” timpal warga lainnya. Rupanya, dalam pembicaraan itu, para warga melihat pusaran angin puting beliung yang tidak mencapai bawah.
Dalam video terpisah yang dibagikan oleh @elgarghazi, angin puting beliung ternyata merobohkan beberapa bangunan dan membuat banyak pohon bertumbangan.
Video angin puting beliung yang menjadi tontonan ini mendapatkan beragam komentar dari netizen. “Hanya di negara +62 kayak gini malah menjadi tontonan (emoticon senyum),” komentar @ewin8923.
Wah gila serem banget. Mudah mudahan gak makan korban,” kata @YogieLoading.
Kalau di Amerika Serikat, liat ada tornado kayak gitu, warga sudah lebih dulu mengungsi. Kalau di sini, warga menyaksikan puting beliung tersebut #mitigasi,” cuit @iwanudin.
Itulah tadi video puting beliung yang dijadikan tontonan sehingga membuat netizen heboh, bagaimana pendapat kamu?

Viral Megathrust Sulawesi Sebabkan Gempa dan Tsunami Besar,

Ilustrasi tsunami
KOMPAS.com – Sebuah unggahan di media sosial mengenai zona megathrust yang ada di Sulawesi dan dapat menimbulkan gelombang tsunami viral di masyarakat. Sebuah akun menanyakan kebenaran informasi tersebut ke akun resmi Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), dengan menyertakan tiga tangkapan layar kabar yang beredar. Foto tersebut menarasikan bahwa gempa megathrust mengintai Pulau Sulawesi yang dapat menimbulkan gempa lebih dari 8 magnitudo dan tsunami lebih dari 10 meter.

Tangkapan layar pertanyaan warganet ke BMKG mengenai zona megathrust Sulawesi
Berikut narasinya: Gempa Megathrust Intai Pulau Sulawesi Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas: untuk wilayah Sulawesi, titik megathrust Skalanya bisa di atas 8 Skala Richter (SR) yang menghasilkan tsunami dengan ketinggian 10 meter lebih. Tedapat pula foto yang menggambarkan Pulau Sulawesi, lengkap dengan alur megathrust. Gambar ini menginformasikan bahwa Makassar turut berpotensi mengalami gempa dahsyat. Baca juga: BMKG Ungkap Adanya 3 Sesar Sumber Gempa di Kalimantan Timur Tanggapan Unhas Dalam unggahan tersebut juga mencatut Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas). Dihubungi Kompas.com, Kepala Puslitbang Kebencanaan Unhas Adi Maulana mengatakan, kabar tersebut diambil dari pemberitaan tahun lalu. “Tahun lalu saya diwawancarai tentang potensi-potensi gempa yang ada di Indonesia berkaitan dengan gempa Palu dan Pangandaran. Kemudian (pewawancara) ingin tahu sebenarnya potensi-potensi gempa yang besar (megathrust) itu di mana saja,” kata Adi kepada Kompas.com, Sabtu (11/1/2020). Adi menjelaskan, berdasarkan penelitian, terdapat 13 daerah atau zona di Indonesia yang berpotensi terjadi gempa besar (zona megathrust), salah satunya di Sulawesi bagian utara. “Megathrust itu biasanya terjadi di lautan. Jadi berlokasi di laut sehingga ketika terjadi gempa besar seperti itu, dia nanti akan bisa menimbulkan gelombang tsunami yang besar,” ujar dia. Berdasarkan catatan, tsunami pernah terjadi di zona megathrust Sulawesi bagian utara pada 1996. Sementara itu, gempa besar yang terjadi di lokasi tersebut berperiode ulang kurang lebih 30 tahun. “Periode ulang gempa besar yang terjadi di sana (Sulawesi bagian utara) itu dihitung itu periode 30 tahunan, dalam artian kurang lebih 30 tahun. Catatannya kurang lebih 30 tahunan, dulunya terjadi 1996,” papar Adi. Baca juga: BMKG Bantah Isu Retakan di Permukaan Laut Indikasikan Potensi Gempa di Jawa Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada gempa yang dapat diprediksi secara pasti. Namun, masyarakat dan pemerintah dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat mitigasi, agar jika memang gempa besar terjadi maka risiko bencana dapat berkurang. “Potensi, belum terjadi. Tetapi beradasarkan data-data geologi, di situ memang ada sebuah megathrust yang berpotensi untuk terjadi gempa bumi mencapai 8 (magnitudo), yang kemudian bisa menghasilkan gelombang tsunami kurang lebih 10 meter,” tutur Adi. Adi menambahkan, daerah yang berisiko paling tinggi berada di tempat yang menghadap langsung dengan zona subdiduksi. “Yang membuat resah itu, seakan Makassar yang kemudian akan terkena. Padahal jarak antara megathrust ada di utara Pulau Sulawesi dengan Makassar hampir 1.200 kilometer,” ucap Adi. “Kalaupun terjadi yang namanya megathrust (gempa dan tsunami), tentu saja efeknya akan sangat kecil untuk Sulawesi Selatan, bahkan mungkin tidak akan,” lanjut dia. Baca juga: Ramai soal Peringatan Banjir Jakarta dari Kedubes AS, Ini Penjelasan BMKG Tanggapan BMKG Secara terpisah, Kepala Bidang Gempa Bumi BMKG Daryono mengatakan bahwa tidak ada zona megathrust di selat Makassar, melainkan hanya di utara Pulau Sulawesi. Menurut dia, wilayah Pulau Sulawesi merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. “Disebut seismik aktif karena wilayah ini memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi,” kata Daryono saat diwawancara Kompas.com, Sabtu (11/1/2020). Sementara, yang dimaksud dengan kompleks yaitu karena mempunyai banyak sebaran sumber gempa dengan berbagai mekanisme. Daryono menjelaskan, dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Studi gempa Nasional (PUSGEN), wilayah Pulau Sulawesi memiliki 48 struktur sesar aktif dan 1 zona Megathrust Sulawesi Utara. Lebih lanjut Daryono menambahkan, di Sulawesi sendiri, zona megathrust ini berhadapan dengan wilayah pesisir pantai utara Sulawesi Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Tengah bagian utara. “Megathrust Sulawesi Utara merupakan sumber gempa yang berpotensi memicu gempa kuat,” ujar dia. Merunut ke sejarahnya, gempa dan tsunami menunjukkan bahwa di Pulau Sulawesi dan sekitarnya sejak tahun 1800, telah terjadi lebih dari 69 kali gempa merusak dan tsunami. Baca juga: Mengapa Indonesia Kerap Dilanda Gempa Bumi? Peristiwa gempa merusak terjadi lebih dari 45 kali, sementara tsunami lebih dari 24 kali. “Sebagaian besar gempa dan tsunami di Sulawesi dipicu oleh aktivitas sesar aktif, bukan aktivitas zona megathrust,” papar Daryono. Ia menuturkan, dari 24 kali tsunami di Sulawesi, 4 kali di antaranya dipicu oleh megathrust Sulawesi bagian utara, yaitu Tsunami utara Gorontalo pada 25 Agustus 1871 (tidak ada korban jiwa) Tsunami Tolitoli pada 2 Februari 1904 (tidak ada korban jiwa) Tsunami Kwandang-Manado pada 29 Januari 1920 (tidak ada korban jiwa) Tsunami Tolitoli pada 1 Januari 1996 (9 orang meninggal) Terkait pemberitaan viral yang menyebutkan di Selat Makassar terdapat zona megathrust dan mampu memicu gempa besar, dapat dipastikan tidak benar. Daryono memaparkan, megathrust merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng, tepatnya jalur subduksi landai dan dangkal. Di Selat Makassar, lanjut dia, tak ada aktivitas penunjaman lempeng atau pate subduction, namun yang ada adalah sumber gempa Makassar Strait Thrust yang berarti sesar naik Selat Makassar. “Sulawesi memang rawan gempa, mengingat wilayahnya banyak terdapat sumber gempa,” papar Daryono. Maka ia menilai, potensi gempa harus disampaikan kepada masyarakat apa adanya, sesuai fakta tidak berlebihan, hingga dapat menimbulkan kecemasan di masyarakat. “Semua informasi terkait potensi gempa dan tsunami harus direspon dengan langkah nyata dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak,” tuturnya. Daryono menambahkan, meskipun tinggal di daerah rawan gempa menurutnya hal tersebut tidak menjadi soal. “Karena yang paling penting dan harus dibangun adalah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakat, serta menyiapkan infrastrukturnya yang tahan gempa,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Viral Megathrust Sulawesi Sebabkan Gempa dan Tsunami Besar, Ini Penjelasannya”, https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/11/190500065/viral-megathrust-sulawesi-sebabkan-gempa-dan-tsunami-besar-ini?page=all.
Penulis : Mela Arnani
Editor : Sari Hardiyanto

BMKG Prediksi Hujan Lebat 12 Januari, Ini Sejumlah Wilayah Waspada Banjir

Foto: Ilustrasi hujan lebat (thinkstock)
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami banjir. Prediksi potensi banjir ini berdasarkan prakiraan hujan lebat hari ini di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan peta prakiraan berbasis dampak hujan lebat di Indonesia yang dirilis BMKG, Minggu (12/1/2020), ada 8 wilayah di Indonesia yang berpotensi banjir. Peta prakiraan ini berlaku sejak 12 Januari 2020 pukul 07.00 WIB sampai 13 Januari 2019 pukul 07.00 WIB.
Berikut ini delapan wilayah yang berpotensi mengalami banjir akibat hujan lebat:
1. Sumatera Barat (waspada)
2. Jambi dan Bengkulu (waspada)
2. Sumatera Selatan (waspada)
3. Banten (waspada)
4. Jawa Timur (waspada)
5. Sulawesi Selatan (siaga)
6. Sulawesi Tengah (waspada)
7. Maluku (waspada)
8. Papua Barat dan Papua (waspada)

Sementara itu, potensi hujan lebat diprediksi masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan. Potensi hujan lebat ini berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan MJO (maden julian oscilation).

“Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan. Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan MJO (maden julian oscilation) masih berada di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang mendukung peningkatan konsentrasi curah hujan, fenomena gelombang tropis yakni Kelvin Wave dan Rossby Ekuatorial berkontribusi signifikan pada pembentukan pola siklonik dan pertemuan angin yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera dan Kalimantan,” kata Deputi Bidang Meteorologi, R Mulyono R. Prabowo dalam keterangan, Minggu, (12/1/2020). Mulyono mengatakan untuk wilayah Jabodetabek, kondisi hujan pada kisaran intensitas ringan pada periode tanggal 12-14 Januari 2020. Kemudian, menurutnya, BMKG memprediksi akan terjadi peningkatan intersitas hujan di wilayah Jabotadebek pada periode tanggal 15-18 Januari 2020.

Penyerang Novel Baswedan Ditangkap, Ini Kata Dewi Tanjung

Kader PDI P Dewi Tanjung (kerudung merah) saat melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya, Rabu 6 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ
TEMPO.COJakarta – Kader PDI Perjuangan Dewi Tanjung kembali bersuara setelah pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan ditangkap. Namun Dewi justru kembali menyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu.
Dewi menyebut tersangka penyiraman air keras kepada Novel Baswedan masih memiliki hati nurani. Hal itu dikarenakan kedua pelaku, RB dan RM, menurut Dewi, menakar kadar air keras sebelum menyiramkannya ke wajah Novel.
“Masih punya hati nurani sehingga sehingga kadar air yang disiram ke Novel tak membuat kulitnya melepuh seperti korban lain yang terkena air keras,” kata Dewi saat Tempo hubungi lewat pesan pendek, Ahad, 29 Desember 2019. “Ini sangat luar biasa,” tambah dia.
Dewi mengatakan, jika dilihat di media, pelaku nampak dendam sampai menyebut Novel sebagai pengkhianat. Ia justru mempertanyakan Novel Baswedan yang tidak percaya atas penangkapan tersebut.

“Malah menuduh pelaku adalah wayang atau tumbal polisi,” ucap Dewi. “Ini kasus sangat menarik dan lucu sekali.”
Meski begitu, Dewi Tanjung mengatakan tak mencabut laporannya ke polisi yang menuding kalau kasus Novel Baswedan sebagai rekayasa belaka. “Saya masih menunggu proses di kepolisian saja dan sampai saat ini laporan belum saya cabut.”
Dewi membuat laporan polisi itu pada awal November 2019. Ia menuding kasus penyiraman air keras terhadap Novel merupakan rekayasa. Ia juga mencurigai operasi mata Novel yang menelan biaya Rp 3,5 miliar adalah rekayasa. Tudingan tersebut sempat ia unggah ke media sosial Youtube pada Oktober lalu. Untuk membuktikan tudingannya, Dewi merekonstruksi pemakaian perban Novel usai insiden penyiraman air keras.
Sejumlah pihak, mulai dari Tim Advokasi sampai saksi Novel Baswedan melaporkan balik Dewi Tanjung ke polisi dengan tuduhan laporan palsu sesuai dengan pasal 220 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Dalam pelaporan itu, salah satu pengacara Novel, Ghifar, mengatakan berbagai dokumen yang terkait kebenaran kasus Novel ikut dibawa sebagai bukti.
Beberapa di antaranya adalah temuan bahwa Novel benar mengalami penyiraman air keras sejenis asam sulfat, resume medis dari dokter, keterangan KBRI di Singapura saat Novel dirawat, juga temuan Komnas HAM dan Tim Satuan Tugas bentukan Polri. Polisi sempat menyatakan akan menghentikan aduan Dewi Tanjung jika laporannya tak terbukti.

Sentimen Anti Asing dan Politik Identitas Masih Berpotensi Digunakan di Pilkada 2020

Sentimen Anti Asing dan Politik Identitas Masih Berpotensi Digunakan di Pilkada 2020
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan memprediksi, suara pemilih di Pilkada 2020 masih akan dipengaruhi sentimen anti asing. Apalagi jika pilihan yang disuguhkan kepada rakyat hanya dua pilihan calon.
“Tergantung isu Pemilunya, kalau pemilinya head to head, dan ada polarisasi pembelahan seperti politik identitas dalam hal ini agama dan etnis, isu itu bisa dipakai lagi,” kata Djayadi saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (12/1).
Isu anti asing tak akan berpengaruh banyak bila kontestan Pemilunya lebih dari dua pasangan calon. Apalagi kedua calon berasal dari unsur yang sama. Semisal latar belakang agama, ras dan etnis.
“Tetapi kalau peserta banyak dan tak ada pembelahan, ya tidak mudah menggunakannya (isu aseng dan asing),” lanjut dia.
Djayadi memprediksi anti asing masih menjadi isu yang cukup besar di Indonesia. Mengingat, kedigdayaan China dan Amerika untuk 10 tahun ke depan masih dinilai masih sangat kuat.
1 dari 1 halaman
China dan AS dominan
Mengutip hasil survei dirilis Djayadi tentang persepsi publik terhadap negara paling berpengaruh di Indonesia, China dan Amerika menjadi yang tertinggi, ketimbang Jepang, India, dan Rusia.
“Survei kami pada Juli 2019 menyebut 66 persen publik menilai China berpengaruh cukup besar, sedangkan AS 49 persen, jadi ke depan masih berpengaruh isu terkait asing dan aseng maka bisa dipakai oleh pemain politik di tingkat daerah dan nasional,” jelas Djayadi.
Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada 10-15 Juli 2019 dengan responden survei mencakup 1.540 orang yang telah berumur 17 tahun atau lebih dengan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai dengan tatap muka. Margin of error survei kurang lebih 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Presiden Jokowi Ajak Uni Emirat Arab Investasi di Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi Ajak Uni Emirat Arab Investasi di Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menyampaikan rencana pembangunan Ibu Kota baru Indonesia dalam kunjungannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Presiden Jokowi diketahui akan melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) dan menjadi keynote speakers di forum energi terbarukan.
“Pak Presiden juga akan menyampaikan tentang rencana ibu kota baru. Jadi dengan Ibu Kota baru itu Pak Presiden juga ingin mengajak dunia Internasional untuk menjadikan ibukota baru Indonesia ini menjadi satu show case ya,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Minggu (12/1).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bakal menyampaikan bahwa ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, berkonsep zero emission, compact city. Nantinya, dijelaskan juga ibu kota baru menjadi kota penggerak ekonomi.
“Ya mengajak bermitra karena kan banyak sekali energi ya. Karena ini kan kita harus menjadi satu motor bagi tempat tinggal, bukan city, tapi new engine development,” jelas Pratikno.
Menurut dia, Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi pembicara utama atau keynote speakers dalam Sustainability Week pada Senin, 13 Januari 2020. Di forum itu, dia turut menyampaikan soal Ibu Kota baru RI. “Nanti itu yang disampaikan Presiden di dalam Suistainability Development Week Day Abu Dhabi ini,” ucap Pratikno.

Presiden Jokowi Temui Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Kerjasama Ekonomi

Presiden Jokowi dan rombongan bertolak ke Abu Dhabi pukul 08.10 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1. Dia direncanakan mendarat di Abu Dhabi International Airport.
Setibanya di Abu Dhabi, Presiden Jokowi akan disambut dengan upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga akan menghadiri pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota MBZ.
Pertemuan bilateral ini untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi ke Indonesia, Juli 2019. Adapun isu yang akan dibahas Presiden dengan Putra Mahkota antara lain kerjasama ekonomi, khususnya investasi UEA di Indonesia.