Bertanding di Mall of Asia, Jumat (6/12/2019) malam, Timnas basket putri Indonesia sempat memimpin di kuarter pertama dengan skor 17-13. Permainan mereka mengendur di tiga kuarter selanjutnya.
Memasuki kuarter kedua, Indonesia tertinggal tipis 31-33. Setelah itu, Srikandi Merah Putih semakin sulit untuk mengendalikan pertandingan dengan menutup kuarter ketiga dengan skor 49-53. Bahkan, di kuarter terakhir, skuat Merah Putih cuma dapat menambah sembilan poin. Di akhir pertandingan Timnas kalah 58-69.
Di laga itu, Sophia tampil sip dengan membuat double double, 15 poin dan 13 rebound. Begitu pula Yuni Anggraeni yang membuat 14 poin dan sepuluh rebound. Di kubu lawan, pencetak poin tertinggi dibuat oleh Atchara Kaichaiyapoom (16 poin).
Pelatih Timnas Basket putri Indonesia, Lori Chizik, mengakui ketangguhan lawan. Dia bilang permainan Thailand mirip dengan tipikal Filipina.
“Ini pertandingan yang sulit, sama seperti melawan Filipina. Thailand dan Filipina tim yang bagus,” kata Lori usai laga.
“Mereka main cepat dan simpel. Perpindahan bolanya sangat bagus,” dia menambahkan.
Dengan sistem roundrobin yang diisi empat negara, kini Indonesia duduk di posisi ketiga dengan unggul selisih kemasukan bola ketimbang Malaysia. Thailand dan Filipina berada di urutan pertama dan kedua.
Indonesia tinggal menyisakan laga dengan Malaysia. Pertandingan itu dijadwalkan bergulir Senin (9/12/2019).
akarta, CNN Indonesia — Leani Ratri Oktila berhak meraih penghargaan atlet para badminton putri terbaik dunia versi BWF 2019.
Leani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mendapat penghargaan pada gala dinner BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, Senin (9/12). Leani berhasil mengungguli tiga kandidat lainnya Sarina Satomi, Ayako Suzuki (Jepang), dan juga Liu Yutong dari China.
Ini merupakan gelar kedua kali Leani yang dicapai secara beruntun dengan pencapaian total 12 medali emas, dua perak, dan satu perunggu. “Puji Tuhan pastinya bangga dan bersyukur. Ini penghargaan kedua saya selama dua tahun berturut-turut. Rasanya senang sekali. Tentunya sangat puas dengan hasil latihan selama tahun ini,” kata Leani dalam rilis PBSI.
“Semoga saya bisa mempertahankan prestasi ini. Mudah-mudahan tahun depan prestasi saya bisa lebih banyak lagi dari tahun ini,” lanjutnya menambahkan. Leani merupakan andalan para badminton Indonesia. Dia lolos kualifikasi Paralimpiade 2020 di Tokyo dengan mengumpulkan poin tertinggi di tiga sektor (tunggal, ganda, campuran).
Sementara itu ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, gagal mempertahankan penghargaan BWF Male Player of the Year.
Gelar pemain badminton putra terbaik yang dipegang Kevin/Marcus selama dua tahun terakhir (2017 dan 2018), harus rela diberikan pebulutangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota. Hasil ini didapat Momota berkat catatan impresif meraih delapan gelar juara di ajang World Tour 2019, satu gelar dari Badminton Asia Championships 2019, dan kemenangan di World Championships 2019.
Daftar peraih penghargaan BWF Player of the Year 2019:
– Male Player of the Year 2019: Kento Momota (Jepang). – Female Player of the Year 2019: Huang Ya Qiong (Tiongkok). – Most Promising Player of the Year 2019: An Se Young (Korea). – Most Improved Player of the Year 2019: Kim So Yeong/Kong Hee Yong (Korea). – Male Para Badminton Player of the Year 2019: Liu Yu Tong (Tiongkok). – Female Para Badminton Player of the Year 2019: Leani Ratri Oktila (Indonesia). (jun/jun)
Siapa sih yang tidak kenal senam zumba, gerakan senam yang popular ini diprakarsai oleh seorang penari dan koreografer Kolombia yang bernama Alberto “Beto” Perez di era 1990-an. Merk Zumba sendiri akhirnya menjadi sebuah trademark yang kemudian mendunia sejak saat itu dan di Indonesia mulai booming di era 2010-an hingga sekarang. Senam aerobik, terkesan jadul tapi penggemarnya masih banyak hingga sekarang. Berawal di tahun 1960-an senam ini pertama kali dilakukan oleh 5000 orang personel Angkatan Udara Amerika melakoninya secara rutin atas prakarsa Dr.Kenneth H.Cooper, yang sekarang dikenal sebagai bapak Aerobik Dunia. Saat itu senam aerobik yang diyakini dapat menjaga kesehatan ini masuk dalam kategori preventive medication atau pengobatan yang bersifat mencegah bukan menyembuhkan, dengan menjalani senam aerobik secara rutin dan konsisten maka diyakini akan menjaga kesehatan tubuh. Kemudian di era 70-an senam aerobik berkembang menjadi tarian yang banyak dilakukan di tempat fitness dan bahkan dilombakan dan kemudian mendunia hingga saat ini. Ada yang bilang senam zumba lebih baik daripada aerobik, namun sebetulnya masing-masing memiliki kelebihan tersendiri dan kembali kepada kita, mana yang lebih kita sukai. Yuk cermati beberapa kelebihan dan karakter masing-masing: 1. Menurunkan berat badan Beberapa wanita memilih memulai senam karena ingin menjaga kebugaran, namun yang terbanyak adalah karena ingin menurunkan berat badan. Biasa deh kalau sudah emak-emak rempong dan kemudian banyak yang diurus di rumah maupun di kantor akhirnya kompensasinya ke ngemil dan badan jadi melar deh. So kalau untuk kriteria menurunkan berat badan, ini perlu kamu cermati: Berat badan kita bisa turun kalau jumlah kalori masuk ke tubuh lebih sedikit daripada kalori keluar, dengan melakukan aktifitas senam secara rutin akan membakar kalori kita lebih banyak dan pada kondisi tertentu bila kita sudah berkeringat dan lelah maka tubuh akan membakar lemak cadangan. Namun untuk bisa berolahraga dan membakar lemak cadangan secara terus menerus membutuhkan rasa fun yang biasanya lebih nyaman dengan melakukan senam yang mengikuti lantunan music. Senam zumba maupun senam aerobik keduanya sangat membantu membakar lemak dalam tubuh kita, dan bila dilakukan secara rutin dalam satu jam senam zumba akan membakar lemak berkisar 350 — 650 kalori, sedangkan senam aerobik akan membakar lemak 365 — 665 kalori. Besarannya bervariasi karena juga bergantung pada intensitas dan jenis gerakan. Penilaian sementara: pada kriteria menurunkan berat badan, senam aerobik dan senam zumba berimbang. 2. Hiburan dan fun
Senam aerobik memiliki musik yang bervariasi, namun gerakan-gerakannya cenderung mengikuti hentakan musik dan ritmis. Sementara senam zumba sangat jauh lebih menghibur, karena gerakannya adalah tarian. Serta sangat cocok untuk dikombinasikan dengan berbagai tarian latin lainnya seperti salsa, cumbia, chachacha, bachata, meringue, reggaeton dan bahkan banghra. Rasanya seperty party! bukan latihan senam. Penilaian sementara: pada kriteria hiburan dan fun skor senam zumba berada jauh diatas dibandingkan senam aerobik. 3. Pembentukan otot Membentuk otot membutuhkan gerakan-gerakan yang ritmis dan terus menerus dilakukan, pada poin ini senam aerobik lah yang muncul sebagai jawara, sementara senam zumba memang kecenderungan pada tarian sehingga kurang maksimal dalam membentuk otot-otot.
Penilaian sementara: senam aerobik unggul pada kriteria pembentukan otot.
4. Model baju senam dan aksesorisnya zumba maupun aerobik tidak dapat dipisahkan dari fashion, dan kalau ngomongin fashion baju senam nih. Pendapat pribadi saya baju senam zumba lebih keren dan bervariasi modelnya. Aksesorisnya pun lengkapi mulai dari topi zumba, gelang zumba bahkan sepatu zumba, mau dipake jalanpun tetap keren. Baju senam aerobik banyak pilihan juga sih, tapi ya nuansanya masih lebih kearah sporty. Tambahan:berikut referensi toko online untuk baju senam wanita baik zumba maupun aerobik. Kesimpulan akhir: kalau yang kita inginkan adalah olahraga dengan mengedepankan sisi fun, layaknya party maka senam zumba adalah pilihan yang tepat. Sementara senam aerobik sangat cocok bagi yang menginginkan pembentukan otot-otot tubuh sehingga badan terlihat seksi dan atletis. Keduanya sama-sama dapat membakar lemak dan menghabiskan kalori 365 sampai dengan 665 dalam durasi waktu latihan satu jam. Selanjutnya pilihan ada pada anda? Yang terpenting adalah segera memulai dan lakukanlah secara rutin. Ada kriteria tambahan antara senam zumba versus senam aerobic, yuk diskusikan disini!