Pada Fuzhou China Open 2019 hanya terdapat satu wakil Indonesia yang berhasil keluar sebagai juara. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil menjuarai Fuzhou China Open 2019 setelah mengalahkan Kamura/Sonoda. Pasangan berjuluk Minions itu menyudahi perlawanan Kamura/Sonoda lewat straight game dengan skor akhir 21-17, 21-9. Kemenangan tersebut, membuat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ssukses mempertahankan gelar juara tahun lalu di ajang yang sama. Mengikuti pergelaran turnamen Fuzhou China Open 2019, tim BolaStylo.com telah merangkum lima berita populer bulu tangkis. Berikut lima berita populer bulu tangkis dari kami: 1. Kento Momota Sebut Indonesia Saat Menangi Fuzhou China Open 2019 Kento Momota mendadak menyebut nama Indonesia saat memenangi gelar ke-10 yang diperolehnya musim ini pada Fuzhou China Open 2019, Minggu (10/11/2019). Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu menjuarai Fuzhou China Open 2019 usai menaklukan Chou Tien Chen dengan skor 21-15, 17-21, 21-18. Hasil ini membuat Momota kembali juara untuk kesekian kalinya sekaligus mempertahankan gelar juara tahun lalu yang didapatnya di turnamen yang sama. Uniknya,ketika memberikan komentar tentang keberhasilannya kali ini, Momota sempat menyebut-nyebut nama Indonesia. BACA SELENGKAPNYA >>> 2. Marcus/Kevin Kembali Bawa Pulang Hadiah Besar dari Fuzhou China Open 2019 Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhak mendapatkan hadiah besar usai memenangi Fuzhou China Open 2019, Minggu (10/11/2019). Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya sukses menuai hasil memuaskan di Fuzhou China Open 2019. Berdasarkan Hasil Fuzhou China Open 2019, ganda berjuluk Minions itu berhasil memenangkan pertarungan final melawan wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Minions menaklukan Kamura/Sonoda dengan skor 21-17, 21-9 Selain mempertahankan gelar, Marcus/Kevin juga berhak atas hadiah turnamen yang bernilai cukup besar. 3. Hendra Setiawan Kembali Tunjukkan Hubungan Harmonis dengan Ganda Putra China Pebulu tangkis Indonesia Hendra Setiawan kembali menunjukkan hubungan harmonisnya dengan ganda putra asal China, Liu Yuchen. Liu Yuchen merupakan salah satu pesaing terberat Hendra Setiawan pada nomor ganda putra. Meskipun keduanya bersaing dalam pertandingan, sikap berbeda ditunjukkan Hendra Setiawan dan Liu Yuchen ketika diluar lapangan. Hendra Setiawan dan Liu Yuchen bahkan terlihat akrab seperti keluarga. Hal itu ditunjukkan Hendra Setiawan melalui sebuah foto yang diunggah di media sosial Instagram. BACA SELENGKAPNYA >>> 4. Fuzhou China Open 2019 – Kento Momota Akui Termotivasi dengan Kekalahan di Indonesia Kento Momota mengatakan gelar juara Fuzhou China Open 2019 yang ia raih, termotivasi dari kekalahan menyakitkan di Indonesia. Kento Momota meraih titel juara setelah mengalahkan Chou Tien Chen (Taiwan) di babak final yang digelar pada Minggu (10/11/2019). Pada pertandingan final yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Kento Momota menang atas peringkat dua dunia itu dengan skor 21-15, 17-21, 21-18. Kemenangan itu pun membuat Momota berhasil mempertahankan gelar juara yang dia raih di Fuzhou China Open 2018. Menariknya, keberhasilan Momota meraih gelar juara Fuzhou China Open 2019 tak lepas dari nama Indonesia. 5. VIDEO – Tingkah Kocak Kevin Sanjaya di Pukulan Terakhir Bikin Komentator Tertawa Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya menunjukkan tingkah kocak di pukulan terakhir kemenangannya pada semifinal Fuzhou China Open 2019, Sabtu (9/11/2019). Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses memenangi laga menghadapi wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Meski sempat tertinggal di poin-poin awal namun akhirnya bisa menyalip dan menang dengan skor 21-16, 22-20. Namun, tahukah kamu di momen terakhir poin kemenangan ganda putra Indonesia itu, Kevin Sanjaya sempat menunjukkan aksi kocak yang jadi sorotan di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun fans, Kevin bertingkah lucu dan terlihat tak sabar ingin memukul shuttlecock.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Timnas basket putra Indonesia harus puas hanya bertarung memperebutkan medali perunggu setelah terhenti di semifinal SEA Games 2019. Tim asuhan Radjo Toroman harus mengakui keunggulan tuan rumah Filipina 70-97 pada laga empat besar di Mall of Asia, Manila, Senin (9/12) malam.
Timnas basket putra Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam pada perebutan perunggu SEA Games 2019 di tempat yang sama, Selasa (9/12) sore. Vietnam takluk dari Thailand 95-101 pada semifinal pertama yang berlangsung lebih dulu. Ini merupakan penurunan dari hasil SEA Games 2017. Saat itu Indonesia meraih perak setelah kalah 55-94 dari Filipina pada partai final di Malaysia. Coach Toro menurunkan starter Andakara Prastawa Dhyaksa, Abraham damar Grahita, Kaleb Ramot Gemilang, Muhammad HardianWicaksono, dan Laurentius Steven Oei sebagai starter. Sementara pelatih Filipina Tim Cone memainkan Stanley Pringle, Christopher Ross, Japeth Aguilar, Christian Standhardinger, dan Matthew Andrew Wright sebagai lima pertama. Filipina membuka skor dengan permainan cepat mengandalkan Standhardinger sebagai bigman. Laga berjalan dua menit, Filipina sudah memimpin 7-0. Indonesia baru bisa membuka skor setelah laga berjalan 2 menit 22 detik lewat tembakan tiga angka Prastawa. Timnas basket kemudian membuat penyesuaian defense untuk fokus menjaga keyhole. Strategi ini cukup berhasil menahan laju Filipina, terutama karena tembakan jarak jauh lawan macet. Kuarter pertama Filipina hanya unggul tipis 24-20. Indonesia masih bisa meladeni Filipina pada awal kuarter kedua mengandalkan tembakan-tembakan jarak jauh. Filipina membalasnya dengan permainan mengandalkan bigman di bawah ring. Di sisi lain, Filipina makin mengetatkan pertahanan menjaga alur bola ke para guard Indonesia sehingga tak leluasa menerima bola atau melepaskan tembakan. Permainan Filipina ini efektif menekan skor Indonesia yang hanya mencetak delapan poin pada kuarter kedua. Halftime berakhir dengan keunggulan 11 angka Filipina 39-28. Mimpi buruk Indonesia terjadi pada kuarter ketiga saat Filipina mulai menemukan sentuhan tembakan jarak jauh. Hujan tembakan tiga angka ke ring Indonesia membuat Filipina melesat menutup kuarter ketiga dengan skor 78-45. Keunggulan jauh ini membuat Filipina sedikit mengendur menjelang laga berakhir. Tuan rumah ‘hanya’ mencetak 19 angka dan kebobolan 25 poin, namun tetap menutup laga dengan selisih lebar 97-70. Filipina akan berhadapan dengan Thailand pada final yang berlangsung Selasa malam di Mall of Asia.
Bola.com, Jakarta – Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2020. Indonesia menjadi juara Grup K, setelah menuntaskan tiga pertandingan babak kualifikasi tanpa kekalahan. Kiprah Timnas Indonesia U-19 juga diwarnai dengan fenomena kakak beradik yang bahu-membahu dalam satu lapangan, yakni Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi. Mereka tampil dengan ciri khas yang unik. Bagas dan Bagus, yang sudah bersama sejak di Timnas Indonesia U-16, kerap kali menjadi kunci kemenangan timnya. Mereka mengangkat trofi bersama-sama pada Piala AFF U-16 2018. Tak terkecuali pada laga di Kualifikasi Piala AFC, Bagas dan Bagus juga menjadi kunci kemenangan tim Garuda Muda asuhan Fakhri Husaini. Bagas dan Bagus juga kompak mencetak gol saat Indonesia menghajar Hong Kong 4-0. Bagus juga membantu Indonesia mematikan tiket ke Piala AFC U-19 2020, setelah menyamakan skor ketika melawan Korea Utara, Minggu (10/11/2019). Si kembar kelahiran Magelang, 16 Januari 2002 ini juga paling gampang dikenali, dengan penampilan mereka. Belum lama ini, Bagus memanjangkan rambut. Rambutnya yang keriting, membuat penampilan kribo itu menjadi ciri khas. Selain bakal tampil di Piala AFC U-19 2020, generasi Bagas dan Bagus juga diproyeksikan menjadi skuat Timnas Indonesia yang akan bertarung di Piala Dunia U-20 2021. PSSI memastikan, Timnas Indonesia U-19 racikan Fakhri Husaini yang diproyeksikan untuk tampil pada kejuaraan yang digelar di Indonesia itu. Selain itu, pemain Timnas Indonesia U-19 juga dipersiapkan untuk pra-Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. Nantinya, para pemain akan dipromosikan ke Timnas Indonesia U-23. Sebelum ada Bagas dan Bagus, sepak bola Indonesia sudah lebih dulu diwarnai oleh kiprah kakak beradik. Ada yang pernah bermain di klub yang sama, ada juga yang pernah membela Timnas Indonesia secara bersamaan.