Film Ajari Aku Islam, Cinta Adalah Tentang Pulang dari Ketidakpastian

Posted on October 14, 2019, updated on October 14, 2019 by Ilham di

film-ajari-aku-islam-cinta-adalah-tentang-pulang-dari-ketidakpastian

Belajar memang tidak pernah kenal batasnya. Sama seperti perjalanan cinta. Tertatih-tatih, namun siapa yang tahu, bagaimana akhirnya. Satu film Indonesia berjudul Ajari Aku Islam  yang akan segera tayang pada tanggal 17 Oktober 2019 di bioskop mengisahkan semuanya itu.

Pastinya, kamu sudah sering mendengar bagaimana akhirnya hubungan asmara Cut Meyriska dan Roger Danuarta yang ramai dibicarakan beberapa waktu lalu akhirnya diadaptasi menjadi sebuah film. Roger Danuarta yang menjadi seorang mualaf akhirnya resmi mempersutunting Cut Meyriska pada 17 Agustus 2019 lalu.

Kini, kisah perjalanan mereka yang yang penuh lika-liku ini akan tayang di bioskop. Seperti apa sinopsis film Ajari Aku Islam 

Sinopsis Ajari Aku Islam

Cinta bisa bicara tentang apa saja. Bahkan mengurung perbedaan-perbedaan besar pada yang sedang jatuh cinta. Tanyakan saja itu pada Kenny (Roger Danuarta) seorang pemuda Tionghoa, non-Muslim. Ia menikmati hidup seperti biasanya sebagai seorang manusia.

Namun, ketika ia jatuh hati kepada Fidya (Cut Meyriska) seorang gadis Melayu Muslim. Dari sini sudah terlihat perbedaan besar yang terjadi. Namun, siapa sangka perbedaan besar ini kemudian ditaklukkan oleh kejujuran dan ketulusan hati.

Belum cukup sampai di situ, masalah klasik tentang perjodohan yang sudah diatur sedemikian rupa oleh keluarga Kenny dan Fidya pun tak kalah kuat menghadang kisah cinta yang sebenarnya tumbuh dari Kenny dan Fidya. Konsep masa lalu yang terus ‘diperpanjang’ dari kedua pihak keluarga pun menjadi tantangan bagi Kenny dan Fidya.

Namun, siapa yang bisa mengalahkan Islam ketika dijelaskan dan diajarkan secara baik-baik. Pelan-pelan, perbedaan-perbedaan tersebut berhasil dikalahkan. Terlepas dari apa pun, Islam memang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan yang kerap menjadi tembok besar untuk sebuah kisah cinta.

Jika saja, Islam sesejuk itu, sebesar apa pun perbedaan, sebesar apa pun ego besar yang terus merapat di pundak kita, mungkin kisah cinta Kenny dan Frida bisa kamu temukan di sekitarmu. Islam, adalah tentang cinta, tentang pulang dari ketidakpastian.

Ah, satu lagi, jika kamu sudah melihat trailer filmnya, beberapa ungkapan ‘jujur’ dari Kenny yang diperankan Roger Danuarta adalah semacam gombalan yang sejuk. Mungkin, seperti itulah seharusnya cinta.

Bagaimana perjalanan Kenny yang kemudian bisa menaklukkan hati Fidya? Film Ajari Aku Islam tayang mulai tanggal 17 Oktober 2019. Cek jadwal bioskop dan beli tiket nontonnnya di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.

Amrish Puri si Tuan Thakur: Muka Jahat di Film-Film India

Ilustrasi Header Mozaik Amrish Puri. tirto.id/Nauval
 Setelah lulus dari sebuah sekolah di Shimla, Amrish Lal Puri hijrah ke Mumbai pada 1950-an. Usianya waktu itu masih kepala dua. Dua abangnya, Madan Lal Puri dan Chaman Lal Puri, sudah terjun ke dunia film dan sering muncul di di layar lebar. Madan yang jadi tulang punggung keluarga lebih dulu keluar dari rumah dan merantau ke Kalkuta pada awal 1940-an. Chaman menyusul. Keduanya pun mempengaruhi pilihan buah hati Lala Nihal Chand dan Ved Kaur ini.

Ketika muda Amrish merasakan sulitnya hidup sebagai calon aktor. Amrish merasakan rasanya gagal dalam casting film pertama yang diikutinya. Demi bertahan hidup, Amrish sempat bekerja di kantor akuntansi publik. Ia juga pernah bekerja di Employees State Insurance Corporation Ministry of Labour and Employment (ESIC) di Colaba. Saat itu tugasnya adalah menjajakan asuransi dari satu tempat ke tempat lain.

Pada masa itu Amrish aktif di Prithvi Theatre sebagai aktor panggung. Ia pernah bermain dalam lakon yang ditulis Satyadev Dubey. Amrish Puri, menurut catatan Aparna Bhargava Dharwadker dalam Theatres of Independence: Drama, Theory, and Urban Performance in India (2009, hlm. 202), pernah bermain sebagai Dhritarashtra yang buta dalam dua produksi Dubey pada 1962 dan 1964. Pada 1967, Amrish Puri memainkan tokoh utama dalam lakon yang ditulis Satyadev di Teater Nasional Mumbai. Setelahnya ia bermain di serial televisi MGM berjudul Maya Adventures.

“Aku memerankan perwira polisi dalam empat episode berbeda—dengan nuansa berbeda,” kata Amrish Puri dalam autobiografinya yang disusun Jyoti Sabharwal, The Act of Life (2006, hlm. 122). Setelah peran di serial televisi itu, Amrish Puri akhirnya bermain film bersama abangnya, Madan Puri. Seperti kebanyakan aktor, ia memulai karier sebagai pemeran pendukung.

Wajah Amrish Puri muncul dalam film Prem Pujari yang dirilis pada 1970. Ia berperan sebagai Jerry, laki-laki penguntit yang tangan kanannya menggenggam pistol dan tangan kirinya membuka alkitab. Inilah debut Amish sebagai orang jahat. Ia mengaku sedikit orang yang tahu dirinya muncul dalam Prem Pujari yang diproduksi dan disutradarai oleh Dev Anand.

Sebenarnya Amrish tak punya niat untuk tampil dalam dua atau tiga adegan dengan karakter jahat seperti itu. Setelah 1970-an, wajah Amrish Puri makin sering muncul di layar lebar. Bersama Sunil Dutt (ayah dari aktor Sanjay Dutt), ia bermain dalam Reshma Aur Shera, lagi-lagi sebagai sosok jahat. Sepanjang dekade 1970-an, Amrish hadir dalam puluhan film India. Di usia 40-an itulah dia mulai terkenal di dunia film, tentu sebagai orang jahat. Pada 1979, dia meraih penghargaan dari Sangeet Natak Academy Award.

Amish terus berjaya selama 1980-an. Encyclopedia of Bollywood–Film Actors (2014) yang disusun Ranu Saran mencatat Amrish sebagai orang penting dalam film India era 1980-an dengan peran jahatnya. Tapi, ia juga pernah jadi tokoh baik.

Amrish Puri sempat beradu akting dengan Amithab Batchan, Rajesh Khanna, dan bintang-bintang film India lain yang perannya nyaris selalu jadi orang baik. Filmnya yang terkenalnya pada 1980-an adalah Vidhaata. Kemudian perannya yang paling fenomenal muncul di film Mr India (1987), kali ini bersama Anil Kapoor dan Sri Devi.




Dalam film itu, Amish berperan sebagai pensiunan jenderal bernama Mogambo yang jahat dan fasis. Kata-katanya dari film itu yang kelak terus diingat orang india adalah “Mogambo khush hua”. Artinya: Mogambo senang.

Pada 1989, Amrish Puri bermain bersama Dharmendra, Raakhee, Mithun Chakraborty, Sanjay Dutt, Madhuri Dixit, Amrita Singh, dan Om Puri dalam Ilaaka. Ia berperan sebagai si Naagar, tuan tanah penebar teror. Pada era 1990-an, Amrish Puri bermain bersama Shah Rukh Khan dan Salman Khan dalam film tersohor Karan Arjun (1995). Dalam film itu Shah Rukh Khan bermain sebagai Arjun dan Salman Khan sebagai Karan. Amrish Puri kembali memerankan tuan tanah (yang biasa disebut Thakur) bernama Durjan Sing, yang lagi-lagi jahat karena menyengsarakan keluarga Karan dan Arjun.


Bukan hanya di film-film India saja. Amrish Puri pernah terlibat dalam produksi film asing. Bersama Ben Kingsley, Amrish bermain di film Gandhi (1982) garapan sutradara Inggris Richard Attenborough. Di sini Amrish menjadi kawan Gandhi bernama Khan. Amrish pun muncul dalam Indiana Jones and the Temple of Doom (1984) garapan Stevan Spielberg, sebagai Mola Ram, imam besar Thuggee di Istana Pankot yang telah mencuci otak banyak orang agar menjadi budaknya.

Film terakhir Amrish adalah Kachci Sadak yang dirilis beberapa hari setelah dirinya meninggal. Sepanjang hidupnya, ia juga bermain dalam film-film berbahasa Malayalam, Punjab, Telugu, dan Tamil. Jika ditotal, suami dari Urmila Divekar, yang dinikahi Amrish Puri pada 5 Januari 1957, telah bermain dalam 400 film antara 1967 hingga 2005 dan memenangi banyak penghargaan. Laki-laki kelahiran 22 Juni 1932 Nawanshahr, Punjab, ini meninggal di Mumbai pada 12 Januari 2005, tepat hari ini 15 tahun lalu. Ia mengidap myelodysplastic syndrome, semacam kanker darah. Jenazahnya dikremasi pada 13 Januari 2005 di Shivaji Park.

Rekomendasi Film Akhir Pekan, Habibie & Ainun 3

Rekomendasi Film Akhir Pekan, Habibie & Ainun 3
Jakarta, CNN Indonesia — Sebelum berganti tahun, sejumlah film besar mengisi bioskop di Indonesia baik dari Hollywood maupun karya sineas lokal.

Bagi pencinta Star Wars, The Rise of Skywalker masih beredar di banyak bioskop. Sedangkan bagi pencinta film keluarga, saga terakhir Habibie & Ainun masih beredar di bioskop pekan ini.

2019.


Habibie & Ainun 3

“Habibie dan Ainun 3” menyoroti kehidupan Ainun kala remaja. Ainun merupakan siswi cerdas yang menjadi pujaan siswa sekolahnya, termasuk Habibie. Ainun dan Habibie mulai dekat lewat pertemanan.

Pesona Ainun membuatnya tetap menjadi idola ketika menjadi mahasiswi kedokteran. Ainun menarik perhatian Ahmad, mahasiswa tampan yang berasal dari keluarga terpandang.

Habibie dan Ainun 3 ini dibintangi Maudy Ayunda, Jefri Nichol dan Reza Rahadian. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.




Star Wars: The Rise of Skywalker

“Star Wars: The Rise of Skywalker” secara garis besar melanjutkan cerita dalam “Star Wars: The Last Jedi” (2017). Resistance masih berperang dengan First Order, tapi kondisi Resistance kali ini sangat rentan setelah markas mereka hancur.

Kini, First Order dipimpin oleh Kylo Ren (Adam Driver) setelah membunuh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis). Ia sangat berambisi membuat First Order sangat kuat sehingga bernafsu menyerang Resistance.

Sinopsis lengkap Star Wars: The Rise of Skywalker bisa dibaca di sini. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.




Imperfect

“Imperfect” menceritakan kehidupan Rara yang terlahir dengan gen gemuk dan berkulit sawo matang. Hal itu membuatnya mendapat perlakuan tak menyenangkan dari lingkungan sekitar.

Namun, Rara memiliki Dika sebagai kekasih yang mencintainya. Hingga suatu hari, bos Rara mengharuskannya mengubah penampilan demi jabatan baru di kantor.

Karya ini dibintangi oleh Jessica Mila, Reza Rahadian dan Dion Wiyoko. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.




Knives Out

Knives Out” merupakan film misteri pembunuhan terbaru yang dibintangi Daniel Craig dan Chris Evans.

Knives Out bermula ketika penulis novel misteri yang kaya raya, Harlan Thrombey, mengundang seluruh anggota keluarga ke kediamannya untuk merayakan ulang tahun ke-85. Namun, ia ditemukan meninggal dunia keesokan harinya.

Seorang detektif pun datang untuk melakukan investigasi. Ia menganggap seluruh anggota keluarga memiliki alasan untuk membunuh Harlan dengan tujuan yang sama, kekayaan.

Review Knives Out bisa dibaca di sini. Film untuk DEWASA ini bisa disaksikan di jaringan bioskop XXI dan Cinepolis.




Jumanji: The Next Level

Keempat tokoh utama Dwayne ‘The Rock’ Johnson, Karen Gillan, Jack Black dan Kevin Hart kembali ke dunia Jumanji. Mereka adalah Smolder Bravestone (The Rock), Franklin Finbar (Hart), Ruby Roundhouse (Gillan) dan Professor Sheldon Oberon (Black).

Hanya saja Spencer (Alex Wolff), Martha (Morgan Turner), Fridge (Ser’Darius Blain) dan Bethany (Madison Iseman) tidak mendapatkan avatar yang sama seperti di Jumanji: Welcome to the Jungle (2017). Gim konsol Jumanji rusak sehingga mereka tidak bisa memilih avatar.

Martha, Fridge dan Bethany terpaksa memainkan Jumanji karena Spencer tersedot saat memperbaiki konsol gim tersebut. Bukan hanya mereka bertiga, kakek Spencer yang bernama Eddie (Danny DeVito), dan temannya, Milo (Danny Glover), juga ikut berpindah semesta.

Review Jumanji: The Next Level bisa dilihat di sini. Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di berbagai jaringan bioskop di Indonesia.